Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Di pesisir sebuah pantai, tampak dua anak sedang berlari-larian, bercanda dan bermain dengan riang gembira. Tiba-tiba, terdengar pertengkaran sengit di antara mereka, salah seorang anak yang bertubuh lebih besar memukul temannya sehingga wajahnya menjadi biru lebam. Anak yang dipukul seketika diam terpaku.
Lalu ... dengan mata berkaca-kaca dan raut muka marah menahan sakit, tanpa berbicara sepatah katapun, dia menulis dengan sebatang tongkat di atas pasir
"Hari
ini temanku telah memukul aku !!!". Teman yang lebih besar merasa tidak
enak, tersipu malu tetapi tidak pula berkata apa-apa. Setelah
berdiam-diaman beberapa saat, ya .. dasar-anak-anak, mereka segera
kembali bermain bersama.
Saat lari berkejaran, karena
tidak berhati-hati, Tiba-tiba, anak yang dipukul tadi terjerumus ke
dalam lobang perangkap yang dipakai menangkap binatang "Aduh....
Tolong....Tolong!" ia berteriak kaget minta tolong. Temannya segera
menengok ke dalam lobang dan berseru ..
"Teman, apakah engkau terluka? Jangan takut, tunggu sebentar, aku akan segera mencari tali untuk menolongmu".
Bergegas
anak itu berlari mencari tali. Saat dia kembali, dia berteriak lagi
menenangkan sambil mengikatkan tali ke sebatang pohon,
"Teman,
Aku sudah datang! Talinya akan kuikat ke pohon, sisanya akan ku
lemparkan ke kamu, tangkap dan ikatkan dipinggangmu, pegang erat-erat,
aku akan menarikmu keluar dari lubang".
Dengan susah
payah, akhirnya teman kecil itupun berhasil dikeluarkan dari lubang
dengan selamat. Sekali lagi, dengan mata berkaca-kaca, dia berkata,
"Terima kasih, sobat!". Kemudian, dia bergegas berlari mencari sebuah batu besar dan berusaha menulis di atas batu itu
"Hari ini, temanku telah menyelamatkan aku".
Temannya yang diam-diam mengikuti dari belakang bertanya keheranan,
"Mengapa setelah aku memukulmu, kamu menulis di atas pasir dan setelah aku menyelamatkanmu, kamu menulis di atas batu?"
Anak yang di pukul itu menjawab sabar,
"Setelah
kamu memukul, aku menulis di atas pasir karena kemarahan dan
kebencianku terhadap perbuatan buruk yang kamu perbuat, ingin segera aku
hapus, seperti tulisan di atas pasir yang akan segera terhapus bersama
tiupan angin dan sapuan ombak.
Tapi ketika kamu
menyelamatkan aku, aku menulis di atas batu, karena perbuatan baikmu itu
pantas dikenang dan akan terpatri selamanya di dalam hatiku, sekali
lagi, terima kasih sobat".
jadi kesimpulannya ...,
Hidup
dengan memikul beban kebencian, kemarahan dan dendam, sungguh
melelahkan. Apalagi bila orang yang kita benci itu tidak sengaja
melakukan bahkan mungkin tidak pernah tahu bahwa dia telah menyakiti
hati kita, sungguh ketidakbahagiaan yang sia-sia.
Memang
benar ... bila setiap kesalahan orang kepada kita, kita tuliskan di atas
pasir, bahkan di udara, segera berlalu bersama tiupan angin, sehingga
kita tidak perlu kehilangan setiap kesempatan untuk berbahagia.
Sebaliknya
.. tidak melupakan orang yang pernah menolong kita, seperti tulisan
yang terukir di batu. Yang tidak akan pernah hilang untuk kita kenang
selamanya ....
******
Berhentilah menyesali
apa yang anda dapat dalam hidup anda bila tidak sesuai dengan apa yang
anda inginkan. Secara filosofis hal itu adalah hal yang paling penting
dalam anda mendapat kebahagian dalam hidup yang anda jalani, karena kita
akan merasa tertekan bila apa yang telah kita miliki dalam hidup tidak
sesuai dengan harapan atau cita-cita kita.
Percaya atau
tidak, kebiasaan tidak pernah bersyukur atas apa yang kita miliki atau
kita dapatkan adalah sebuah kebiasaan buruk yang telah menjadi kebiasaan
dari kita. Seringkali kita sulit mendapatkan kebahagian dalam hidup,
karena selalu merasa tidak beruntung, walau sebenarnya tidak kita sadari
bahwa kita telah memiliki banyak hal dalam hidup kita. Ketika kita
mendapat sesuatu mimpi atau keinginan, sebagai manusia pasti kita akan
tergoda, atau tersirat dalam benak kita bahwa yang kita dapat terkadang
tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Jauh didalam hati kita berharap
bisa mendapat sesuatu yang lebih baik lagi.
Tanyakan pada
diri kita secara terbuka, pasti kita pernah mengalami perasan seperti
ini, karena hampir semua orang pernah mengalaminya. permasalahanya
adalah ketika terjadi gap/perbedaan antara apa yang kita miliki dan apa
yang kita inginkan, kita menjadi tidak puas atau bahkan bisa mengarah ke
frustasi. Hal ini berlaku dalam hubungan kita dan dalam semua aspek
dalam kehidupan kita.
Kunci kebahagiaan adalah dengan
melihat atau menyadari tentang gap yang terjadi antara apa yang kita
miliki dan apa yang kita inginkan. Cobalah sedikit luangkan waktu untuk
bertanya pada diri anda sendiri apa yang sebenarnya kita harapkan, dan
tanyakan juga apakah kalau kita sudah memiliki yang kita inginkan itu
lalu kita akan puas. Apa bedanya sesuatu yang kita miliki dengan apa
yang kita inginkan? Cobalah nikmati dan syukuri apa yang anda miliki
saat ini, dan anda akan menemukan sesuatu yang membuat anda bahagia!
Yakinlah
bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang terbaik. Cobalah lihat
sekeliling anda, mungkin ada banyak orang yang sebenarnya masih mengejar
apa yang anda miliki, dan banyak orang yang menginginkan apa yang anda
miliki. Jangan pula menyesali ketika apa yang kita miliki seperti
keluarga, pekerjaan, bisnis, pendidikan, atau pun benda lain yang telah
kita miliki itu hilang atau raib. Jangan jadi orang yang menyesal ketika
kita kehilangan yang kita miliki, karena kita tidak pernah mensyukuri
dan menikmati apa yang kita miliki ketika terlalu terbuai dengan apa
yang diinginkan.
"Syukuri, nikmati, dan jaga apa yang anda
dapat dan miliki saat ini, karena anda akan merasakan penyesalan ketika
sesuatu yang kita miliki itu hilang "
"Dengan bersyukur sesuatu yang kecil akan bernilai luar biasa"
Dialah
Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya Dia
menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah
dicampurinya, isterinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan
teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa
berat, keduanya (suami-isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya
berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh,
tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur.
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil Hikmah-Nya ...



0 komentar:
Posting Komentar