Bismillahir-Rahmanir-Rahim ...
Menangis ternyata ada manfaatnya loh? Kalo kelamaan menangis emang bisa bikin
mata merah en bengkak. Tapi menangis dan mengeluarkan air mata juga bisa jadi
obat ajaib yang berguna buat kesehatan tubuh dan pikiran. Masa seh? berikut 7
manfaat menangis buat kesehatan.
1. Menangis karena kasih sayang dan
kelembutan hati.
2. Menangis karena rasa takut.
3. Menangis karena cinta.
4. Menangis karena gembira.
5. Menangis karena menghadapi
penderitaan.
6. Menangis karena terlalu sedih.
7. Menangis karena terasa hina dan
lemah.
8. Menangis karena mengikut-ikut
orang menangis.
9. Menangis untuk mendapat belas
kasihan orang.
10. Menangis orang munafik ==
pura-pura menangis.
Berikut 7 manfaat menangis untuk
kesehatan yang bisa kamu dapatkan setelah menangis dan mengeluarkan air mata.
1. Membantu penglihatan ...
Air mata ternyata membantu
penglihatan seseorang, jadi bukan hanya mata itu sendiri. Cairan yang keluar
dari mata dapat mencegah dehidrasi pada membran mata yang bisa membuat
penglihatan menjadi kabur.
2. Membunuh bakteri ...
Tak perlu obat tetes mata, cukup air
mata yang berfungsi sebagai antibakteri alami. Di dalam air mata terkandung
cairan yang disebut dengan “lisozom” yang dapat membunuh sekitar 90-95 persen
bakteri-2 yang tertinggal dari keyboard komputer, pegangan tangga, bersin dan
tempat-2 yang mengandung bakteri, hanya dalam 5 menit.
3. Meningkatkan mood ...
Seseorang yang menangis bisa
menurunkan level depresi karena dengan menangis, mood seseorang akan terangkat
kembali. Air mata yang dihasilkan dari tipe menangis karena emosi mengandung 24
persen protein albumin yang berguna dalam meregulasi sistem metabolisme tubuh
dibanding air mata yang dihasilkan dari iritasi mata.
4. Mengeluarkan racun ...
Seorang ahli biokimia, William Frey
telah melakukan beberapa studi tentang air mata dan menemukan bahwa air mata
yang keluar dari hasil menangis karena emosional ternyata mengandung racun.
Tapi jangan salah, keluarnya air
mata yang beracun itu menandakan bahwa ia membawa racun dari dalam tubuh dan
mengeluarkannya lewat mata.
5. Mengurangi stres ...
Bagaimana menangis bisa mengurangi
stres ? Air mata ternyata juga mengeluarkan hormon stres yang terdapat dalam
tubuh yaitu “endorphin leucine-enkaphalin” dan “prolactin.”
Selain menurunkan level stres, air
mata juga membantu melawan penyakit-2 yang disebabkan oleh stres seperti
tekanan darah tinggi.
6. Membangun komunitas ...
Selain baik untuk kesehatan fisik,
menangis juga bisa membantu seseorang membangun sebuah komunitas. Biasanya
seseorang menangis setelah menceritakan masalahnya di depan teman-2′nya atau
seseorang yang bisa memberikan dukungan, dan hal ini bisa meningkatkan
kemampuan berkomunikasi dan juga bersosialisasi.
7. Melegakan perasaan ...
Semua orang rasanya merasa demikian.
Meskipun kamu didera berbagai macam masalah dan cobaan, namun setelah menangis
biasanya akan muncul perasaan lega.
Setelah menangis, sistem limbik,
otak dan jantung akan menjadi lancar, dan hal itu membuat seseorang merasa
lebih baik dan lega. Keluarkanlah masalah di pikiranmu lewat menangis, jangan
dipendam karena kamu bisa menangis meledak-ledak.
Nah,, dengan mengetahui 7 manfaat
menangis buat kesehatan, jadi kalo kamu pengen nangis, menangislah bila harus
menangis karna kita semua manusia.. ?? Luapkan semua perasaan sedih atau marah
kamu dengan menangis.
--------
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Tidak akan masuk neraka seseorang yang menangis karena merasa takut
kepada Allah sampai susu [yang telah diperah] bisa masuk kembali ke tempat
keluarnya.” (HR. Tirmidzi [1633]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam juga bersabda, “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada
hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya;
[1] seorang pemimpin yang
adil,
[2] seorang pemuda yang tumbuh dalam
[ketaatan] beribadah kepada Allah ta’ala,
[3] seorang lelaki yang hatinya
bergantung di masjid,
[4] dua orang yang saling mencintai
karena Allah; mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya,
[5] seorang lelaki yang diajak oleh
seorang perempuan kerkedudukan dan cantik [untuk berzina] akan tetapi dia
mengatakan, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’,
[6] seorang yang bersedekah secara
sembunyi-sumbunyi sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan
oleh tangan kanannya, dan
[7] seorang yang mengingat Allah di
kala sendirian sehingga kedua matanya mengalirkan air mata (menangis).” (HR.
Bukhari [629] dan Muslim [1031]).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam juga bersabda, “Ada dua buah mata yang tidak akan tersentuh api neraka;
mata yang menangis karena merasa takut kepada Allah, dan mata yang berjaga-jaga
di malam hari karena menjaga pertahanan kaum muslimin dalam [jihad] di jalan
Allah.” (HR. Tirmidzi [1639], disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan
at-Tirmidzi [1338]).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda, “Tidak ada yang lebih dicintai oleh Allah selain dua jenis tetesan
air dan dua bekas [pada tubuh]; yaitu tetesan air mata karena perasaan takut
kepada Allah, dan tetesan darah yang mengalir karena berjuang [berjihad] di
jalan Allah. Adapun dua bekas itu adalah; bekas/luka pada tubuh yang terjadi
akibat bertempur di jalan Allah dan bekas pada tubuh yang terjadi karena
mengerjakan salah satu kewajiban yang diberikan oleh Allah.” (HR. Tirmidzi
[1669] disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Sahih Sunan at-Tirmidzi [1363])
Abdullah bin Umar
radhiyallahu’anhuma mengatakan, “Sungguh, menangis karena takut kepada Allah
itu jauh lebih aku sukai daripada berinfak uang seribu dinar!”.
Ka’ab bin al-Ahbar rahimahullah
mengatakan, “Sesungguhnya mengalirnya air mataku sehingga membasahi kedua
pipiku karena takut kepada Allah itu lebih aku sukai daripada aku berinfak emas
yang besarnya seukuran tubuhku.”
Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu
mengatakan; suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku,
“Bacakanlah al-Qur’an kepadaku.” Maka kukatakan kepada beliau, “Wahai
Rasulullah, apakah saya bacakan al-Qur’an kepada anda sementara al-Qur’an itu
diturunkan kepada anda?”. Maka beliau menjawab, “Sesungguhnya aku senang
mendengarnya dibaca oleh selain diriku.” Maka akupun mulai membacakan kepadanya
surat an-Nisaa’. Sampai akhirnya ketika aku telah sampai ayat ini (yang
artinya), “Lalu bagaimanakah ketika Kami datangkan saksi bagi setiap umat dan
Kami jadikan engkau sebagai saksi atas mereka.” (QS. an-Nisaa’ : 40). Maka
beliau berkata, “Cukup, sampai di sini saja.” Lalu aku pun menoleh kepada
beliau dan ternyata kedua mata beliau mengalirkan air mata.” (HR. Bukhari
[4763] dan Muslim [800]).
Dari Ubaidullah bin Umair
rahimahullah, suatu saat dia pernah bertanya kepada Aisyah radhiyallahu’anha,
“Kabarkanlah kepada kami tentang sesuatu yang pernah engkau lihat yang paling
membuatmu kagum pada diri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam?”.
Maka ‘Asiyah pun terdiam lalu
mengatakan, “Pada suatu malam, beliau (nabi) berkata, ‘Wahai Aisyah, biarkanlah
malam ini aku sendirian untuk beribadah kepada Rabbku.’ Maka aku katakan, ‘Demi
Allah, sesungguhnya saya sangat senang dekat dengan anda. Namun saya juga
merasa senang apa yang membuat anda senang.’ Aisyah menceritakan, ‘Kemudian
beliau bangkit lalu bersuci dan kemudian mengerjakan shalat.’
Aisyah berkata, ‘Beliau terus
menerus menangis sampai-sampai basahlah bagian depan pakaian beliau!’. Aisyah
mengatakan, ‘Ketika beliau duduk [dalam shalat] maka beliau masih terus
menangis sampai-sampai jenggotnya pun basah oleh air mata!’. Aisyah
melanjutkan, ‘Kemudian beliau terus menangis sampai-sampai tanah [tempat beliau
shalat] pun menjadi ikut basah [karena tetesan air mata]!”.
Lalu datanglah Bilal untuk
mengumandangkan adzan shalat (Subuh). Ketika dia melihat Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam menangis, Bilal pun berkata, ‘Wahai Rasulullah, anda
menangis? Padahal Allah telah mengampuni dosa anda yang telah berlalu maupun
yang akan datang?!’.
Maka Nabi pun menjawab, ‘Apakah aku
tidak ingin menjadi hamba yang pandai bersyukur?! Sesungguhnya tadi malam telah
turun sebuah ayat kepadaku, sungguh celaka orang yang tidak membacanya dan
tidak merenungi kandungannya! Yaitu ayat (yang artinya), “Sesungguhnya dalam
penciptaan langit dan bumi….dst sampai selesai” (QS. Ali Imran : 190).” (HR.
Ibnu Hiban [2/386] dan selainnya. Disahihkan Syaikh al-Albani dalam Sahih
at-Targhib [1468] dan ash-Shahihah [68]).
Mu’adz radhiyallahu’anhu pun suatu
ketika pernah menangis tersedu-sedu. Kemudian ditanyakan kepadanya, “Apa yang
membuatmu menangis?”. Maka beliau menjawab, “Karena Allah ‘azza wa jalla hanya
mencabut dua jenis nyawa. Yang satu akan masuk surga dan satunya akan masuk ke
dalam neraka. Sedangkan aku tidak tahu akan termasuk golongan manakah aku di
antara kedua golongan itu?”.
al-Hasan al-Bashri rahimahullah pun
pernah menangis, dan ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?”. Maka
beliau menjawab, “Aku khawatir besok Allah akan melemparkan diriku ke dalam
neraka dan tidak memperdulikanku lagi.”
Abu Musa al-Asya’ri
radhiyallahu’anhu suatu ketika memberikan khutbah di Bashrah, dan di dalam
khutbahnya dia bercerita tentang neraka. Maka beliau pun menangis sampai-sampai
air matanya membasahi mimbar! Dan pada hari itu orang-orang (yang mendengarkan)
pun menangis dengan tangisan yang amat dalam.
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu
menangis pada saat sakitnya [menjelang ajal]. Maka ditanyakan kepadanya, “Apa
yang membuatmu menangis?!”. Maka beliau menjawab, “Aku bukan menangis gara-gara
dunia kalian [yang akan kutinggalkan] ini. Namun, aku menangis karena jauhnya
perjalanan yang akan aku lalui sedangkan bekalku teramat sedikit, sementara
bisa jadi nanti sore aku harus mendaki jalan ke surga atau neraka, dan aku
tidak tahu akan ke manakah digiring diriku nanti?”.
Suatu malam al-Hasan al-Bashri
rahimahullah terbangun dari tidurnya lalu menangis sampai-sampai tangisannya
membuat segenap penghuni rumah kaget dan terbangun. Maka mereka pun bertanya
mengenai keadaan dirinya, dia menjawab, “Aku teringat akan sebuah dosaku, maka
aku pun menangis.”
Saya [penyusun artikel] berkata:
Kalau al-Hasan al-Bashri saja menangis sedemikian keras karena satu dosa yang
diperbuatnya, lalu bagaimanakah lagi dengan orang yang mengingat bahwa jumlah
dosanya tidak dapat lagi dihitung dengan jari tangan dan jari kaki? Laa haula
wa laa quwwata illa billah!
Alangkah jauhnya akhlak kita
dibandingkan dengan akhlak para salafush shalih? Beginikah seorang muslim,
wahai saudaraku? Tidakkah dosamu membuatmu menangis dan bertaubat kepada
Rabbmu?
“Apakah mereka tidak mau bertaubat
kepada Allah dan meminta ampunan kepada-Nya? Sementara Allah Maha pengampun
lagi Maha penyayang.” (lihat QS. al-Maa’idah : 74).
~ o ~
Semoga bermanfaat dan Dapat Diambil
Hikmah-Nya ...
Silahkan DICOPAS atau DI SHARE jika
menurut sahabat note ini bermanfaat ....
#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#



0 komentar:
Posting Komentar