Kamis, 21 November 2013
3 Pertanyaan
Diposting oleh Unknown di 10.43Ada seorang pemuda yang lama sekolah di luar negeri, ia telah kembali ke tanah air, sesampainya di rumah ia meminta kepada orang tuanya untuk mencari seorang guru agama (ustadz)/siapapun yang bisa menjawab 3 pertanyaan darinya.
Senin, 18 November 2013
Sabtu, 12 Oktober 2013
Selasa, 08 Oktober 2013
Belajar
Diposting oleh Unknown di 10.35Tetapi kalau hati itu sempit, satu tetes berbisa saja cukup untuk membuat hidup kita 'binasa' sehari, seminggu, bahkan berbulan-bulan.
Melapangkan hati adalah pekerjaan panjang, perlu latihan, berkali-kali jatuh-bangun, dan jelas membutuhkan ilmu dan pemahaman baik. Tidak mengapa gagal, besok lusa tidak terasa hatinya sudah semakin luas. "
Selasa, 17 September 2013
Akhirnya
Diposting oleh Unknown di 11.40Kembali nulis itu rasanya seperti terjun ke dunia imajinasi kita sendiri,
Udah lama gak nulis diblog, udah lama gak eksis didunia imajinasi ini.
Ketika dibuka udah ada aja sarang laba-laba di dashbord *maksudnya -_-
Oke, Kembali ke topik
Kali ini cha mau ngeshare cerita bahagia cekidot
| Bersama Keluarga |
| Akhirnya Am.d juga :D |
![]() |
| Bersama Teman di dalam Auditorium |
"tepat tanggal 7 september 2013, telah resmilah cha menyandang gelar Ahli Madya, Soalnya hari itu Mahasiswa Jurusan Teknik Informatika yang selama ini berjuang di Universitas Sumatera Utara telah menghadiri Upacara peresmian gelar alias WISUDA , Mari berbagi Kebahagiaan :D "
Senin, 19 Agustus 2013
Hope
Diposting oleh Unknown di 09.01Rabu, 08 Mei 2013
Pinokio
Diposting oleh Unknown di 22.43Si pinokio begitu pandai untuk menyusun kata-kata atau si belalang yang begitu bodoh.
Tidak...dia tidak begitu bodoh katamu,,tapi...
ya...tapi, tapi sibelalang begitu saja termakan kata-kata sipinokio,,apalagi namanya.
Sekarang sipinokio berharap agar sibelalang kembali percaya padanya..
Namun sayang hidung sipinokio sudah terlalu panjang,
#Kepercayaan itu ibarat kertas, sekali kita remas ia tak akan kembali sempurna
Minggu, 05 Mei 2013
Tuhan dan Tukang Cukur
Diposting oleh Unknown di 16.16Suatu hari seorang laki-laki sebut saja Steve datang ke sebuah barber shop untuk memotong rambut dan jenggotnya. Ia pun memulai pembicaraan yang hangat dengan tukang cukur yang melayaninya. Berbagai macam topic pun akhirnya jadi pilihan mereka. Hingga akhirnya Tuhan menjadi subjek pembicaraan.
“Hai Tuan, saya ini tidak percaya kalau Tuhan itu ada, seperti yang anda katakan tadi,” ujar si Tukang Cukur
Mendengar ungkapan itu Steve terkejut dan bertanya.
“Mengapa anda berkata demikian?”
“Ya, jika tuhan itu ada, mengapa banyak orang yang sakit dan mengapa banyak anak-anak yang terlantar. Jika Tuhan itu ada tentu tidak ada sakit dan penderitaan, Tuhan apa yang mengijinkan semua itu terjadi,” ungkap si Tukanng Cukur dengan nada tinggi.
Steve pun berpikir tentang apa yang baru saja dikatakan sang Tukang Cukur. Namun ia sama sekali tidak memberi respon agar argumen tersebut tidak lebih meluas lagi. Saat Steve keluar dari Barber Shop tersebut. Tiba-tiba ia berpapasan dengan seorang laki-laki berambut panjang dan jenggotnya sangat lebat. Sepertinya ia sudah lama tidak pergi ke tukang cukur dan itu membuatnya terlihat sangat tidak rapi. Akhirnya Steve kembali masuk ke dalam Barber Shop dan kemudian berkata kepada Sang Tukang Cukur.
“Ternyata di dunia ini tidak ada yang namanya Tukang Cukur.”
Otomatis Sang Tukang Cukur terkejut.
“Bagaimana mungkin mereka tidak ada tuan. Buktinya adalah saya. Saya ada di sini dan saya adalah seorang Tukang Cukur!” sanggah Si Tukang Cukur.
Dan Steve kembali berkata tegas.
“Kalau mereka ada tidak mungkin ada orang yang berambut panjang dan berjenggot lebat seperti bapak yang satu ini!”
“Ah, anda bisa saja Tuan. Tukang cukur itu selalu ada di mana-mana. Yang terjadi pada pria ini adalah bahwa ia tidak mau datang ke Barber Shop saya untuk di cukur,” jawab Si Tukang Cukur.
“Tepat!” tegas steve. “itulah poinnya, sebenarnya Tuhan itu ada! Yang terjadi pada umat manusia adalah mereka tidak mau datang dan mencarinya. Itulah sebabnya mengapa tampak begitu banyak penderitaan di seluruh dunia ini.”
#Kesimpulan
Kadang kita terlalu gampang mengambil kesimpulan dari sesuatu hal yang tidak kita pikirkan secara mendalam. Tukang cukur itu adalah diri kita juga yang kadang mereka menderita lalu mengatakan Tuhan tidak ada. Sementara, sesungguhnya kita tidak mengenal Tuhan dan mungkin kita tidak dekat denganNya.
Batu Besar
Diposting oleh Unknown di 16.11
Seorang dosen memberi kuliah tentang manajemen waktu pada mahasiswa MBA. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan class dan berkata.
“Ok Class, sekarang waktunya untuk kuis!”
Kemudian ia mengeluarkan sebuah ember kosong. Meletakkannya di meja dan mengisi ember tersebut dengan batu sebesar kepalan tangan. Ia mengisi terus sehingga tidak lagi batu yang cukup untuk dimasukkan ke dalam ember. Dan ia bertanya kepada Class.
“Menurut kalian apakah ember ini telah penuh?”
Semua mahasiswa serentak berkata.
“Ya!!!”
Sang dosen bertanya kembali.
“Sungguhkah demikian?
Kemudian dari dalam meja ia mengeluarkan sekantung kerikil kecil. Ia menuangkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember. Lalu mengocok-ngocok ember itu sehingga kerikil-kerikil itu turun ke bawah mengisi celah-celah kosong di antara batu besar.
Kemudian sekali lagi ia bertanya kepada Class.
“Nah apakah sekarang ember ini sudah penuh?”
Kali ini para mahasiswa terdiam. Dan ada seorang mahasiswa yang menjawab.
“Mungkin tidak Proff,”
“Bagus sekali,” jawab dosen.
Kemudian ia mengeluarkan sekantung pasir dan menuangkan ke dalam ember. Pasir itu berjatuhan mengisi celah kosong antara batu dan kerikil. Dan sekali lagi ia bertanya kepada Class.
“Baiklah, Apakah sekarang menurut kalian ember ini sudah penuh?”
“Belum,” sahut seluruh Class.
Dan dosen itu berkata.
“Bagus, bagus sekali!”
Kemudian ia meraih sebotol air dan mulai menuangkan airnya ke dalam ember sampai ke bibir ember. Dan ia kembali berkata.
“Kenyataan dari ilustrasi tadi mengajarkan kepada kita bahwa bila anda tidak memasukkan batu besar terlebih dahulu maka anda tidak akan bisa memasukkan semuanya. Batu besar dalam hidup anda adalah anak-anak anda, pasangan anda, pendidikan anda.”
“Hal-hal yang penting dalam hidup anda mengajarkan sesuatu pada anda. Melakukan pekerjaan yang anda cintai, waktu untuk diri sendiri, kesehatan anda, teman anda atau semua yang berharga.”
“Ingatlah untuk selalu memasukkan batu besar pertama kali atau anda kehilangan semuanya. Bila anda mengisinya dengan hal-hal kecil semacam kerikil atau pasir maka hidup anda akan penuh dengan hal-hal kecil yang merisaukan. Dan ini semestinya tidak perlu. Karena dengan demikian anda tidak pernah memiliki waktu untuk hal-hal besar dan penting.”
#Kesimpulan
Setiap pagi atau malam ketika anda merenungkan cerita pendek ini. Tanyalah pada diri anda apakah batu besar dalam hidup anda? Lalu kerjakanlah itu pertama kali.
Sabtu, 04 Mei 2013
Bincang
Diposting oleh Unknown di 22.32
“Jangan menangis!” ucap bibir pada mata.
Sang tangan pun berusaha mengusap bulir yang keluar.
Telinga hanya diam mendengar.
“Salahkan otak, salahkan kalbu,” isak si mata.
Sementara otak mengelak, kalbu hanya tertawa.
“Kalian terlalu perasa!” teriak kalbu kemudian.
“Kamu yang membuat kami menjadi perasa.”
Sekali lagi, kalbu hanya tertawa..
Cinta sekecil kuku
Diposting oleh Unknown di 22.27Quote Today
Diposting oleh Unknown di 22.07Selasa, 16 April 2013
Kisah Sejarah Stanford University
Diposting oleh Unknown di 13.57Sesampainya di sana sang sekretaris Universitas langsung mendapat kesan bahwa mereka adalah orang kampung, udik, sehingga tidak mungkin ada urusan di Harvard dan bahkan mungkin tidak pantas berada di Cambridge.
“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang pria lembut.
“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris cepat.
“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.
Selama 4 jam sekretaris itu mengabaikan mereka, dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan pergi. Tetapi nyatanya tidak. Sang sekretaris mulai frustrasi, dan akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang pemimpinnya.
“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.
Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka. Dan ketika dia melihat dua orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang diluar kantornya, rasa tidak senangnya sudah muncul. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan tersebut.
Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan. Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini. bolehkah?” tanyanya, dengan mata yang menjeritkan harap.
Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh, wajahnya bahkan memerah. Dia tampak terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan itu, tempat ini sudah akan seperti kuburan.”
“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat, “Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan sebuah gedung untuk Harvard.”
Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak, “Sebuah gedung?! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung? Kalian perlu memiliki lebih dari 7,5 juta dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”
Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang Pemimpin Harvard senang. Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri saja ?”
Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan kebingungan. Mr. dan Mrs Leland Standford bangkit dan berjalan pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, di sana mereka mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.
Universitas tersebut adalah Stanford University, salah satu universitas favorit kelas atas di AS.
PESAN MORAL
Seperti pimpinan Harvard itu, acap silau oleh baju, dan lalai. Padahal, baju hanya bungkus, apa yang disembunyikannya, kadang sangat tak ternilai. Jadi, janganlah kita selalu abai, karena baju-baju, acap menipu.Kamis, 11 April 2013
Memori
Diposting oleh Unknown di 11.12*Kata Jo
Diposting oleh Unknown di 10.41Rabu, 03 April 2013
"Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"
Diposting oleh Unknown di 17.46
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami, pemahaman yang tulus.
Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah kemana.“
--Tere Liye, novel "Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin"
Minggu, 31 Maret 2013
*Kau Adalah Wanita Tercantik
Diposting oleh Unknown di 13.27
Seperti janji matahari
Selalu datang esok pagi
Bagai embun di dedaunan
Bening hati tanpa balasan
Tapi kami
Hanya ingat marah dan larangmu, suruh dan tidakmu
Tapi kami
Lupa sayang dan lembutmu, kasih dan bebanmu
Seperti janji sepotong lilin
Habis terbakar demi terang
Bagai huruf A dalam kata doa
Laksana nada do dalam sebuah lagu
Kau adalah wanita tercantik… Ibu
-- Moga Bunda Disayang Allah
Sabtu, 30 Maret 2013
Quote Today
Diposting oleh Unknown di 21.09
Warisan terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada anak-anaknya
adalah: ilmu pengetahuan. Sama sekali bukan harta benda. Dengan
pengetahuan dia bisa mencari sendiri harta benda, sebaliknya, tanpa
pengetahuan, harta benda segunung akan habis sia-sia.
Seseorang, meskipun terlahir dari orang tua miskin, pekerjaan rendahan,
tidak terkenal, ketika dia memiliki ilmu pengetahuan yang baik,
derajatnya akan ditinggikan beberapa tingkat. Bukan soal kedudukan,
posisi, pekerjaan, ukuran duniawi seperti itu, melainkan derajat
pemahaman yang baik.
Maka, ayo,
mari semangat sekolahnya. Bersusah payah sekarang, besok lusa memetik
hasilnya. Jangan sebaliknya, berfoya-foya, lupa sekolah sekarang, besok
lusa menyusahkan orang lain.
--Tere Lije
Jumat, 29 Maret 2013
Friendship
Diposting oleh Unknown di 11.33Kamis, 28 Maret 2013
“Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja
kebetulan, nasib, takdir, atau apalah namanya. Tapi sayangnya,
orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya,
selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai
norak lainnya.
Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika
berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan
yang menakjubkan. Kalau kau tidak bertemu, berarti bukan jodoh.
Sederhana bukan?
—Tere Liye, novel “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah””
Rabu, 27 Maret 2013
Kita
Diposting oleh Unknown di 18.09Kita bisa memilih jadi insinyur, jadi akuntan,
jadi dokter, bidan, apoteker, dan berbagai pilihan pekerjaan/profesi
lainnya. Dan kita bisa menyiapkan jauh-jauh hari atas pilihan tersebut.
Tapi sekali kita menikah, berkeluarga, maka tidak ada pilihannya. Jika
kita wanita, jadilah kita Ibu Rumah Tangga. Jika kita laki-laki, jadilah
Bapak Rumah Tangga.
Maka, tidakkah kita tergerak untuk bersiap jauh-jauh
hari atas situasi tidak bisa memilih tersebut? Menikah bukan hanya
urusan cinta, apalagi kalau sekadar buru-buruan, tidak nyaman sering
ditanya, dan hal-hal kulit luar lainnya. Seorang calon bapak rumah
tangga yang baik, sebelum menikah, bahkan perlu paham pentingnya ASI
eksklusif bagi bayi, bukan sekadar punya pekerjaan, penghasilan tetap.
--Tere Lije
Senin, 04 Februari 2013
Promise
Diposting oleh Unknown di 22.22Jatuh itu sakit...
Ya aku tahu,
tapi sepertinya aku telah jatuh,
jatuh hati padamu,
ya kamu..
tapi sepertinya,
aku akan titipkan dulu hati ini
ya,,akan ku titipkan pada yang mempunyai
sampai nanti akan tiba
jangan nakal-nakal selama hatinya dititip ya... :)























