Kita bisa memilih jadi insinyur, jadi akuntan,
jadi dokter, bidan, apoteker, dan berbagai pilihan pekerjaan/profesi
lainnya. Dan kita bisa menyiapkan jauh-jauh hari atas pilihan tersebut.
Tapi sekali kita menikah, berkeluarga, maka tidak ada pilihannya. Jika
kita wanita, jadilah kita Ibu Rumah Tangga. Jika kita laki-laki, jadilah
Bapak Rumah Tangga.
Maka, tidakkah kita tergerak untuk bersiap jauh-jauh
hari atas situasi tidak bisa memilih tersebut? Menikah bukan hanya
urusan cinta, apalagi kalau sekadar buru-buruan, tidak nyaman sering
ditanya, dan hal-hal kulit luar lainnya. Seorang calon bapak rumah
tangga yang baik, sebelum menikah, bahkan perlu paham pentingnya ASI
eksklusif bagi bayi, bukan sekadar punya pekerjaan, penghasilan tetap.
--Tere Lije
Rabu, 27 Maret 2013
Kita
Diposting oleh Unknown di 18.09
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)



0 komentar:
Posting Komentar