Rabu, 27 Maret 2013

Kita

Share this history on :

Kita bisa memilih jadi insinyur, jadi akuntan, jadi dokter, bidan, apoteker, dan berbagai pilihan pekerjaan/profesi lainnya. Dan kita bisa menyiapkan jauh-jauh hari atas pilihan tersebut.

Tapi sekali kita menikah, berkeluarga, maka tidak ada pilihannya. Jika kita wanita, jadilah kita Ibu Rumah Tangga. Jika kita laki-laki, jadilah Bapak Rumah Tangga.

Maka, tidakkah kita tergerak untuk bersiap jauh-jauh hari atas situasi tidak bisa memilih tersebut? Menikah bukan hanya urusan cinta, apalagi kalau sekadar buru-buruan, tidak nyaman sering ditanya, dan hal-hal kulit luar lainnya. Seorang calon bapak rumah tangga yang baik, sebelum menikah, bahkan perlu paham pentingnya ASI eksklusif bagi bayi, bukan sekadar punya pekerjaan, penghasilan tetap.

--Tere Lije

0 komentar:

Posting Komentar