Minggu, 31 Maret 2013

*Kau Adalah Wanita Tercantik

 
Seperti janji matahari
Selalu datang esok pagi
Bagai embun di dedaunan
Bening hati tanpa balasan

Tapi kami
Hanya ingat marah dan larangmu, suruh dan tidakmu
Tapi kami
Lupa sayang dan lembutmu, kasih dan bebanmu

Seperti janji sepotong lilin
Habis terbakar demi terang
Bagai huruf A dalam kata doa
Laksana nada do dalam sebuah lagu
Kau adalah wanita tercantik… Ibu

-- Moga Bunda Disayang Allah
 

Sabtu, 30 Maret 2013

Quote Today


Warisan terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada anak-anaknya adalah: ilmu pengetahuan. Sama sekali bukan harta benda. Dengan pengetahuan dia bisa mencari sendiri harta benda, sebaliknya, tanpa pengetahuan, harta benda segunung akan habis sia-sia.


Seseorang, meskipun terlahir dari orang tua miskin, pekerjaan rendahan, tidak terkenal, ketika dia memiliki ilmu pengetahuan yang baik, derajatnya akan ditinggikan beberapa tingkat. Bukan soal kedudukan, posisi, pekerjaan, ukuran duniawi seperti itu, melainkan derajat pemahaman yang baik.

Maka, ayo, mari semangat sekolahnya. Bersusah payah sekarang, besok lusa memetik hasilnya. Jangan sebaliknya, berfoya-foya, lupa sekolah sekarang, besok lusa menyusahkan orang lain.

--Tere Lije

Jumat, 29 Maret 2013

Friendship

Friendship isn't how you forget, but how you forgive
Not how to listen, but how you understand
Not how you see, but how you feel
Not how you let go, but how you hold on 





Quote today

If plan A
Didn't work
The alphabets has
25 more letters!
Stay cool

Kamis, 28 Maret 2013

“Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah namanya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya.

Tidak usahlah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan. Kalau kau tidak bertemu, berarti bukan jodoh. Sederhana bukan?

—Tere Liye, novel “Kau, Aku & Sepucuk Angpau Merah””

Rabu, 27 Maret 2013

Kita

Kita bisa memilih jadi insinyur, jadi akuntan, jadi dokter, bidan, apoteker, dan berbagai pilihan pekerjaan/profesi lainnya. Dan kita bisa menyiapkan jauh-jauh hari atas pilihan tersebut.

Tapi sekali kita menikah, berkeluarga, maka tidak ada pilihannya. Jika kita wanita, jadilah kita Ibu Rumah Tangga. Jika kita laki-laki, jadilah Bapak Rumah Tangga.

Maka, tidakkah kita tergerak untuk bersiap jauh-jauh hari atas situasi tidak bisa memilih tersebut? Menikah bukan hanya urusan cinta, apalagi kalau sekadar buru-buruan, tidak nyaman sering ditanya, dan hal-hal kulit luar lainnya. Seorang calon bapak rumah tangga yang baik, sebelum menikah, bahkan perlu paham pentingnya ASI eksklusif bagi bayi, bukan sekadar punya pekerjaan, penghasilan tetap.

--Tere Lije