main |
sidebar
Diposting oleh
Unknown
di
09.46

Pensil : Maafkan aku.
Penghapus : Maafkan utk apa? Kamu tdk melakukan kesalahan apa2.
Pensil: Aku minta maaf krn telah membuatmu terluka. Setiap kali aku
melakukan kesalahan, kamu selalu ada utk menghapusnya. Namun setiap kali
kamu menghapus kesalahanku, kamu kehilangan sebagian dr dirimu. Kamu
akan menjadi semakin kecil setiap saat.
Penghapus : Hal itu
benar. Namun aku sama sekali tdk merasa keberatan. Kau lihat, aku memang
tercipta utk melakukan hal itu, utk selalu membantumu setiap saat kau
melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari nanti, aku tahu bahwa aku akan
pergi dan kau akan menggantikan diriku dgn yg baru. Aku sungguh bahagia
dgn perananku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tdk suka
melihat dirimu bersedih.
Kisah percakapan antara pensil dan penghapus sungguh inspiratif.
Orang tua kita layaknya penghapus sedangkan kita layaknya pensil.
Mereka (Orang tua) selalu ada utk anak2 mereka, memperbaiki kesalahan
anak-anaknya.
Terkadang, seiring berjalannya waktu...
Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil
(Dalam hal ini, maksudnya bertambah tua dan akhirnya wafat).
Walaupun anak2 mereka akhirnya akan menemukan seseorang yg baru (suami
atau istri), namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa
yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak
suka bila melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun
sedih.
"Hingga saat ini, saya masih selalu menjadi si pensil..
Dan sangat menyakitkan bagi diri saya untuk melihat si penghapus atau
orang tua saya semakin bertambah "kecil" dan "kecil" seiring berjalannya
waktu. Dan saya tahu bahwa kelak suatu hari, yang tertinggal hanyalah
"serutan" si penghapus dan segala kenangan yg pernah saya lalui dan
miliki bersama mereka..."
Renungkanlah dan sadarilah:
PARENTS ARE PRECIOUS!!
Bahagiakanlah orang tua kita selagi masih ada waktu!
Semoga bermanfaat
Repost from Sekolah Danapena Yayasan Danapena
0 komentar:
Posting Komentar